Wednesday, May 22, 2013

Mengulasmu




Kamu.

Sejak pisah lewat hening dua tahun lalu, kita tak pernah lagi bersua. Namun kurasa ada yang kau lupa ambil dariku. Yang mungkin menurutmu tidak penting. Bahkan terlalu remeh hingga kau tinggalkan begitu saja. 

Jejakmu itu telah membuatku berlindung dalam sendiri. Nyaman dalam hening. Ingin aku membuangnya saja sedemikian rupa. Sudah kularutkan ke sungai, kubuang ke belantara, atau kulempar ke angkasa raya, tapi tak ada yang berhasil. Aku juga bingung, sebetulnya aku yang tolol atau apa. Kenapa kenangan atasmu tak mau lenyap juga?

Lihat aku sekarang. Terpogoh dengan kepala yang belagak ditengadahkan. Dengan langkah yang tersangkut beban. Tersandung-sandung tak karuan. Jangan tanya aku kenapa, kamu pasti sudah lebih paham. Kalau memang dulu kamu ingin mainkan perasaan, kuucapkan selamat, kamu sukses membuatku berserakan.

Maka aku menjebak diri dalam nostalgi. Kadang terlena oleh elegi. Betapa sukarnya hidup bersama sepi. Sebab aku padamu, kemarin, kini, kelak, kapan pun, tetap menyimpan rasa. Kuharap kamu berpikir ke arah situ.

*Teruntuk kamu, yang kuingat di Sabtu pagi hingga membuatku kalap malamnya.

No comments:

Post a Comment